Jumat, 03 Juli 2009

Ketika Cinta Bertasbih

Sebuah film yang diangkat dari novel bestseller karya Habiburrahman El Shirazy. Film yang konon menghabiskan biaya produksi milyaran rupiah untuk proses audisi aja. Belum untuk proses syutingnya. Namun tak apalah, toh sponsornya banyak ini.

Awalnya saya enggan menyaksikan film ini. Kenapa? karena saya merasa film ini bukanlah sesuatu yang berada pada zona saya. Tapi karena sebuah karcis telah ada di tangan dan seorang saudara sangat ingin menontonnya, ya saya tonton juga.


Film ini sangat menggugah, walopun yang namanya jiwa platonis tetap dimasukkan ke dalam diri seorang Azzam, seperti yang terjadi pada tokoh Fahri dalam film AAC. Sebagai sebuah inspirasi dan penyejuk di kala film-film 'oh no sex horror again' gencar membanjiri bioskop kita. Sebagai sebuah tolak bagi mereka yang ingin melihat bagaimana seorang lelaki dan perempuan muslim (yang bener) berhubungan satu sama lain.

Meskipun entah mengapa menurut saya, film ini lebih baik dibuat sinetron sekalian. Flatnya yang agak datar dan terkesan monoton. Serta ending yang ternyata masih 'to be continued'. Yah ini mungkin karena sang sutradara ataupun penulis sendiri tidak ingin konsep cerita melenceng jauh dari novelnya.